Endymion

Jauh di gunung Latmos, di Caria, nampak seorang peggembala sedang beristirahat di bawah pepohonan. Penggembala itu bukan penggembala biasa, sebab dia sangat tampan sekali. Memang pria-pria tampan bertebaran dalam cerita mitologi Yunani. Namun hanya ada 2 pria yang diakui sebagai yang tertampan dan yang terseksi. Mereka adalah Endymion dan Adonis.

Reputasi Endymion terkenal di seantero Yunani, dan mendapat respon yang luar biasa dari para pria homoseksual. Setiap hari, selalu ada pria yang menghampirinya untuk berhubungan badan sejenis. Namun, lama-kelamaan Endymion menjadi jenuh dan dia pun memutuskan untuk beralih profesi menjadi seorang penggembala, jauh dari keriuhan penduduk kota. Di padang rumput, dia mendapatkan ketenangan yang dicarinya.

Sebagai seorang penggembala, pakaian Endymion sangat sederhana sekali. Bagian dadanya terbuka sama sekali, mempertontonkan otot-otot dadanya yang keras. Sementara, bagian bawahnya hanya ditutupi selembar kulit domba yang telah dijahit sedemikian rupa, menyerupai kain penutup kontol milik Tarzan. Pakaian penggembala memang harus sepraktis itu agar mudah dilepaskan bilamana si penggembala ingin bermasturbasi ataupun ngentot.

Pada saat itu, Zeus sedang melintasi langit mencari mangsa baru. Zeus dulu selalu mencari wanita cantik untuk diperkosa dan dihamili. Namun, sejak dia mencicipi tubuh Ganymede dan memperkosanya (baca: Aquarius Dan Homoseksual), Zeus menjadi ketagihan akan tubuh lelaki. Dan saat itulah matanya menemukan si ganteng Endymion yang sedang tertidur lelap.

"Astaga! Tampan sekali penggembala itu. Jangan-jangan dia adalah Endymion, penggembala yang tersohor itu. Bahkan jauh lebih tampan dibanding Ganymede-ku yang malang.", pikir Zeus.

Zeus nampak sedih mengingat nasib tragis Ganymede. Ganymede memang telah tiada, namun jasadnya menjelma menjadi konstelasi Aquarius.

"Tapi saya harus terus melangkah," batin Zeus. Saat dia melihat ke bawah, sebuah benjolan besar nampak menggunung di balik kain penutup kontolnya.
"Hhohh.. Aahh.." desahnya nikmat ketika dia meremas-remas kontol yang sangat dibanggakannya itu.
"Saya tidak tahan lagi. Saya harus mendapatkan Endymion dan menyodomi pantatnya. Ahh.. Pasti ketat dan nikmat." Dan sang dewa itu pun turun ke bumi.

Si pria tampan itu terbangun ketika dia merasa kontolnya disedot-sedot. Ketika dia membukakan matanya, dia melihat seorang pria setengah baya yang tampan sekali sedang asyik menjilati kontolnya. Endymion tentu saja tak menolak; dia memang sedang membutuhkan jilatan yang hebat.

"Hhohh.. Jilat terus, Hhoohh.. Sedot kontolku ini.. Hhoohh.. Buat saya ngecret.. Aahh.. Oohh.." erang Endymion.

Endymion sangat memuja dada dan puting laki-laki. Begitu dilihatnya dada Zeus yang bidang, lengkap dengan sepasang puting yang melenting, dia langsung gila dengan nafsu. Segera diremas-remasnya dada sang dewa sambil memain-mainkan putingnya. Zeus tak keberatan, dia malah semakin terangsang dan memperkuat sedotannya. Bosan disedot, Endymion pun secara pro-aktif, menyodokkan kontolnya ke dalam mulut Zeus. Ah.. Mereka berdua sangat menikmati oral seks itu. Dan tibalah saat-saat yang paling ditunggu-tunggu. Endymion ngecret.

"Hhooh.. Aahh.. Saya akan.. Keluar.. Hhohh.."

Selesainya berbicara, sekujur tubuhnya mengejang dan berkontraksi. Pinggulnya bergerak-gerak seperti pinggul kuda liar dan muncratlah pejuh si tampan ke dalam mulut Zeus. CCRROOT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Seiring dengan semburan pejuhnya, Endymion menjerit-jerit penuh kenikmatan.

"AARRGGHH!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" Zeus dengan lahap menghabiskan setiap tetes dari kontol Endymion.

Bayangkan saja. Sang dewa tertinggi dari gunung Olympus sibuk membersihkan kontol seorang manusia biasa! Endymion tergeletak tak berdaya, tersengal-sengal, menikmati sisa-sisa orgasme itu. Belum pernah seorang pria pun menyedot konotlnya sehebat itu. Ketika dia mengetahui bahwa Zeus-lah yang baru saja mengulum kontolnya, Endymion terduduk, kaget setengah mati.

"Jangan takut, Endymion. Kamu tak berbuat salah apa pun. Saya hanya ingin meminta pantatmu saja. Saya telah memberikanmu kenikmatan, dan kukira adil jika sekarang kamu memberiku pantatmu. Bagaimana? Saya akan mengentotin pantatmu sampai lubang anusmu menganga lebar," Zeus bersabda, duduk tanpa sehelai pakaian pun di dekat Endymion.

Tampak sifat genitnya mulai kelihatan sebab Zeus tak dapat menahan dirinya untuk membelai-belai tubuh Endymion yang telanjang dan berotot itu.

"Baiklah, Zeus. Saya tunduk pada keinginanmu. Pakailah tubuhku sesukamu. Ngentotin saya dan buat saya mengerang kesakitan. Saya bersedia kau pakai sebagai alat pemuas nafsu homoseksualmu," jawab Endymion.
"Tapi sehabis itu, bolehkan saya meminta sesuatu darimu?"
"Apa saja yang kau mau, Endymion? Saya, Zeus, akan mengabulkannya," jawab dewa itu sambil menciumi pipi Endymion.

Dari pipi, bibirnya menjalar mencari bibir Endymion. Begitu ditemukan, Zeus langsung menciumi penggembala itu dengan nafsu yang berkobar-kobar. Endymion mencium balik dan melingkarkan kedua tangannya di sekeliling pinggang Zeus yang berotot. Mereka berdua kemudian saling bergulingan di padang rumput yang luas itu, memadu kasih dan melampiaskan hasrat homoseksual. Tak jauh dari mereka, nampak sepasang domba milik Endymion sedang saling ngentot, mengembek-ngembek dengan riuhnya. Zeus semakin terangsang melihat adegan itu!

Zeus memeluk tubuh Endymion yang kekar dari belakang. Kontolnya yang tegang dan basah sudah siap bertempur. Endymion sendiri sudah tak sabar untuk merasakan kontol Zeus yang perkasa itu. Tanpa aba-aba, tiba-tiba Zeus menusukkan kontolnya. Anus Endymion memang sering dipakai lelaki sehingga mulai melonggar, namun kontol Zeus memaksa anusnya untuk melebar sampai hampir sobek. Endymion pun berteriak-teriak.

"Aarrggh!! Aarrggh!! Ssaakiit.. Oohh!! Aamppunn!!"

Otomatis, tubuhnya meronta-ronta, ingin menjauhkan diri dari kontol Zeus. Namun Zeus telah memegangi tubuhnya kuat-kuat dari belakang. Sambil bergulingan, Zeus terus mengentotin Endymion dengan sepenuh tenaga.

"AARRGGHH..!!" Endymion menjerit lagi, sakit sekali.

Zeus memaksakan kontolnya masuk sampai ke pangkalnya, amblas semua! Endymion kembali menjerit dan tubuhnya melemas. Dia kembali berteriak saat merasakan lubang anusnya yang terasa disobek oleh kontol Zeus yang besar.

Capek bergulingan, Zeus mencabut kontolnya dari lubang Endymion. PLOP! Endymion mengira semuanya telah berakhir. Biarpun dia pecinta kontol, kontol Zeus terlalu besar baginya. Namun, wajahnya memucat saat Zeus kembali mendekatinya dengan kontol ngacengnya itu. Dengan tangannya yang besar dan kaut, Zeus menggendong Endymion dan memapahnya ke sebatang pohon mati yang tergeletak tak jauh dari tempat mereka ngentot.

Dengan hati-hati, dia membaringkan tubuh telanjang Endymion di sana, dan memposisikannya sedemikian rupa. Endymion, dengan sebatang pohon menopang punggungnya, terbaring dengan kepala menggelantung ke belakang, kedua kakinya terentang lebar-lebar, sementara lubang pengeluarannya terekspos untuk dikerjain kembali.

"Mm.. Saya suka lubang anusmu, Endymmion.. Aahh.. Ketat sekali.."

Lubang itu berkedut-kedut saat Zeus mengusap-ngusapnya. Endymion meringis kesakitan saat jari Zeus menerjang masuk dan mengorek-ngorek lubang pengeluarannya. Jari-jari lain mulai masuk dan memenuhi lubang anus Endymion. Tiba-tiba, Endymion merasakan bahwa lubangnya ditarik melebar oleh jari-jari itu.

"AARRGGHH..!!" jeritnya lagi.

Endymion tak tahan akan rasa sakit yang ditimbulkan oleh tangan Zeus. Rupanya Zeus ingin membuka lubang itu agar kontol besarnya itu bisa masuk. Begitu lubang itu terbuka, Zeus langsung menancapkan kontolnya di dalam sana.

"AARRGGHH!!" Endymion kembali berteriak.

Zeus terangsang sekali melihat rasa sakit yang terlukis jelas di wajah Endymion. Memang, setiap orang, baik pria maupun wanita, akan selalu menjerit-jerit saat kontol Zeus mengisi lubang ngentot mereka. Meskipun kesakitan, namun kontol Endymion malah semakin ngaceng dan berdenyut-denyut tak karuan. Zeus masih membenamkan kontolnya dilubang dubur Endymion, sampai Endymion berhenti berteriak. Ketika Endymion sudah berhenti, Zeus mulai menarik kontolnya sampai kepalanya lalu langsung dihujamkan kembali masuk lagi sampai Endymion kembali menjerit.

Untuk mengimbangi gerakan ngentot Zeus, Endymion menarik napas tepat ketika dewa itu menarik kontolnya, dan membuang napas ketika kontol itu dihujamkan kembali ke duburnya. Rasa sakit akibat dihajar kontol Zeus pelan-pelan hilang dan digantikan dengan perasaan nikmat ketika kontol itu bersarang di dalam dirinya. Dorongan kontol Zeus pada tubuh Endymion membuat si penggembala itu harus menahan tubuhnya agar tidak terguling ke depan.

Tangan Zeus yang memegang pinggang Endymion, perlahan-lahan dilepaskan. Tangan kanannya mulai merayap ke puting kanan Endymion dan memelintirnya sampai pria tampan itu mengerang-ngerang. Setelah itu, tangan itu mulai merayap ke kontol Endymion yang ternyata masih menegang. Tanpa kata-kata lagi, Zeus meremas kontol Endymion tanpa henti, dan masih terus memaju mundurkan kontolnya di lubang si penggembala tampan itu.

"AARRGGHH!! hhoohh.. Sodokan kontolmu.. Hhoohh.. Nikmat sekali.. Aahh.. Terus.. Hhohh.. Lagi.." Endymion mengerang-ngerang dengan nafsu yang sangat besar.

Kontol Zeus begitu mengisi tubuhnya sampai-sampai dia mengira kontol itu akan keluar dari mulutnya. Zeus memang seorang tukang ngentot yang hebat! Punggung Endymion mulai perih akibat pergesekan kulitnya dengan kulit batang pohon yang kasar. Keringat yang mengucur membuat tubuhnya yang telanjang berkilauan seperti patung keramik.

"Hhoohh.. Aahh.."

Tiba-tiba Zeus menghentikan remasannya pada kontol Endymion, dia kembali memegangi pinggang pria tampan itu. Napas sang dewa mulai memburu-buru dan terasa panas sampai ke tubuh Endymion. Endymion sudah sering menyaksikan ekspresi semacam itu ketika pria-pria yang mengentotinnya ingin ngecret. Dengan satu hentakan, Zeus memasukkan seluruh kontolnya ke lubang dubur Endymion sedalam mungkin. Lalu muncratlah pejuhnya ke dalam lubang dubur Endymion dengan derasnya.

CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROTT!! Zeus melenguh-lenguh keenakkan seperti kerbau sementara sekujur tubuhnya mengejang-ngejang karena orgasme.

"AARRGGHH..!! UUGGHH..!! OOHH..!! AARRGHH..!! OOHH..!!" Enak sekali!

Endymion hanya mengerang-ngerang saat dia merasakan kontol Zeus mengejang-ngejang di dalam tubuhnya. Rasanya seksi sekali. Endymion sampai mengusap-ngusap dadanya sendiri, berharap rangsangan itu akan membuatnya ejakulasi. Ketika sudah selesai, Zeus menjatuhkan tubuhnya ke dada Endymion yang sedang bernapas dengan kencang. Kedua kaki Endymion yang tadi direntangkan lebar-lebar, dilepaskan Zeus.

Tanpa disadari, pejuh Zeus mulai meleleh keluar dan mengalir menuruni paha Endymion. Beberapa saat kemudian Zeus menarik kontolnya yang sudah lemas keluar dan mengakibatkan pejuh mengalir lebih banyak lagi di paha Endymion. Kemudian Zeus teduduk di atas rumput dengan kedua belah kaki yang terbuka lebar dan menyandarkan tubuhnya ke batang pohon yang terguling itu, tempat dia mengentot Endymion tadi.

Endymion tak tahan lagi, dia harus ngecret juga. Pada saat dia bangkit, Zeus sedang memainkan kepala kontolnya yang merah itu. Si pria tampan itu pun jatuh terduduk di tanah dengan tubuh yang berkeringat dan pejuh yang masih mengalir keluar dari lubang anusnya. Dengan pandangan memohon, Endymion meminta izin Zeus untuk ngecret. Ketika Zeus menganggukkan kepala, Endymion langsung mengocok kontolnya dengan cepat tanpa mengalihkan matanya dari kontol Zeus.

Tidak beberapa lama kemudian Endymion berteriak.

"AARRGGHH..!!" dan memuncratkan pejuhnya sendiri ke wajah dan tubuhnya yang kekar.

CCRROOTT!! CCRROOTT!! CRCRROOTT!! CCRROOTT!

Ketika tiada lagi pejuh yang keluar, perlahan Endymion menjatuhkan tubuhnya ke atas pangkuan Zeus sambil tetap mempermainkan kontolnya. Begitu kepalanya mendarat, bibirnya disambut oleh kontol Zeus yang masih berlumuran pejuh. Tanpa rasa jijik (ingat, kontol Zeus pernah bersarang di lubang pantat Endymion!), Endymion menjilat-jilati batang kontol itu. Belum sempat Endymion memejamkan mata, Zeus tiba-tiba mulai mencium mulutnya. Dan mereka pun terkunci dalam sebuah ciuman mesra.

"Kamu tampan sekali, Endymion. Saya berharap saya dapat membawamu ke gunung Olympus agar kamu selalu berada di dekatku dan bisa kungentotin kapan saja. Tapi jika Hera melihatmu, kamu pasti akan dibunuh seperti dia membunuh Ganymede-ku yang malang," kata Zeus sambil membelai-belai rambut pendek Endymion yang basah dengan keringat.
"Tapi, Zeus, suatu hari ketampananku akan memudar. Saya hanyalah seorang manusia biasa. Di hari tuaku nanti, tubuh kekarku akan menghilang dan digantikan tubuh tua renta. Wajahku yang muda dan tampan akan digantikan wajah tua penuh keriput. Saya tak menginginkan hal itu terjadi pada diriku, Zeus," Endymion menumpahkan seluruh curahan hatinya pada Zeus.
"Lalu apa yang dapat kulakukan untukmu, Endymion?" tanya Zeus.
"Tolong tidurkan saya. Buat saya tertidur abadi untuk selamanya. Jika saya tertidur, ketampananku akan terjaga dan ketuaan takkan dapat menguasaiku," jawabnya mantap.
"Baiklah jika itu kehendakmu. Saya telah berjanji untuk mengabulkan permintaanmu. Kau akan tertidur untuk selamanya.. Mulai saat ini juga."

Zeus membelai wajah Endymion yang tampan dan si penggembala itu pun langsung tertidur. Zeus kembali menciuminya dan menjilati bekas-bekas sperma yang tersemprot pada tubuh pemuda tampan itu. Agar tak ada seorang pun yang dapat mengganggu tubuh Endymion, Zeus sengaja membawa tubuh pemuda itu ke dalam sebuah gua yang terpencil.

Tiap kali Zeus butuh hubungan seks sejenis alias hubungan badan homoseksual, dia akan mendatangi gua itu dan mengentotin pantat Endymion dengan keras sampai pejuhnya muncrat di dalam dubur Endymion. Endymion sendiri dapat merasakan nikmatnya dingentotin Zeus dalam tidurnya sebab mulutnya tak henti-hentinya mengerang keenakkan saat kontol Zeus menghajar duburnya. Setiap kali selesai ngentot, Zeus berbaik hati untuk mengocok kontol Endymion sampai dia ngecret.

*****

PS: Beberapa versi mitologi mengatakan bahwa Endymion adalah seorang raja dari Elis, seorang pemburu, ataupun seorang penggembala. Ketampanannya menggoda hati dewi Selene (dewi bulan). Namun untuk menaklukkan hati Endymion, Selene terpaksa menidurkannya di sebuah gua untuk selamanya agar dia dapat memiliki pria tampan itu.

Versi lain mengatakan bahwa Zeus menawarkan hadiah untuknya dan Endymion lebih memilih untuk tertidur selamanya agar ketampanannya menjadi abadi. Versi yang lain lagi menyebutkan Endymion jatuh hati pada Hera (dewi tertingi di gunung Olympus; istri Zeus) dan Zeus memberikan hukuman tidur abadi padanya.


Tamat