Perselingkuhan 19 jam - 4

Ahh.., pikiran ini jadi nglantur. Penyelewengannya tidak perlu menjadikan keraguan cintanya pada suami. Dasar jiwa petualang. Selalu ada jalan keluar untuk meng-sahkan tingkah lakunya.

Dia keluarkan kopinya. Menebar senyum sesaat kemudian dengan nampannya dia balik ke-dapur. Saat itu terpikir sebaiknya mandi-mandi dulu. Sudah jam empat sore. eehh .., biar kupinjami pakaian suamiku, begitu pikirnya. Kemudian dia masuk ke kamar tidur, membuka lemari pakaian, diambilnya kemeja dan celana pendek suaminya. Tak lupa handuk yang juga biasa aku pakai.

'Mas, pulang besok saja ya.., soalnya aku nggak ada yang nemenin ..ini baju suamiku. Mas biar mandi dulu biar segar ..', sambil menyorongkan handuk besar dan lembut.

Lelaki asing itu terpana, dia nggak siap dengan konsep macam itu, ' ..tapi mmb..bakk.., saya ..', 'Udahlah ..ini khan udah sore .. Pulangnya kemana sihh .., telpon aja kalau ada pekerjaan yang perlu lemburr ..', istriku menyergah.

Benar juga, begitu pikir lelaki ini, dia khan bujang, kost lagi. Nggak ada yang mengkhawatirkan.
'Aku belum puas lho, situ khan yang mulai tadi .., jangan biarkan aku kelimpungan sendiri .., atau mungkin nggak puas yaa dengan aku ..? Ayoo'. Dan '..yaa.. saya juga masih pengin..mauu lhoo..', begitulah akhirnya. Diterima handuk dan pakaian milikku itu ..

Seusai lelaki itu mandi, istriku ganti mandi. Dia bersihkan tubuhnya. Rambutnya pakai shampo wangi. Ketiak-ketiaknya dibuat wangi. Seusai mandi dia dandan. Dia pakai saja yang gampang-gampang dilepas. Dia keringkan rambut. Tidak lupa parfum. Sembari dandan ini dia mulai berpikir lagi. Dia ingin lidahnya menjelajahi tubuh lelaki itu. Woo.. pasti selangit. Libidonya langsung bangkit. Pedih di lubang vaginanya sudah lupa. Yang terakhir adalah menyemprotkan wewangian untuk kamar.

Dia hitung, kalau itu tamu pulang jam sembilan pagi besok, berarti dia akan bercumbu sembilan belas jam sejak percumbuan pertama jam dua siang tadi. Berapa kali lagi dia akan meraih orgasmenya. Dia mau setidak-tidaknya sepuluh kali, atau dua belas atau empat belas, entahlah. Pokoknya banyaklah. Kemudian dia rogoh blusnya dan elus pentilnya. Uuhh.. nikmatnya.., nampak bayangan bibir lelaki itu mencium dan menjilatinya.

Ahh .., aku mau nungging, aku mau dia entot aku seperti anjing.., ditempat tidur ini.., sambil melirik tempat tidur di mana biasanya hanya dia dan suaminya yang meniduri. Uhh.. betapa..

Kemudian dia menjatuhkan tubuhnya kekasur, berguling sesaat, nungging, memeluki bantal .., menampakkan nafsunya yang tak pernah henti menggebu.

Biar dia juga menjilati nonokku, bahkan mungkin juga analku .. Dan akuu ..akankah aku akan menjilati analnya ..? Hii.. macam apa ..rasanya.. Aku pikir penuh bulu juga .. Tetapi aku punya perasaan ..lelaki, kalau kontolnya gede.. semuanya enak dilahap, enak dijilati, diciumi. Uhh.. bener-bener pikiran nglanturku ini .. Dan memang, sepertinya pikiran-pikiran istriku ini pelan-pelan menggiring dan membangkitkan kembali birahinya.

Tanpa kewatir, sesal, takut dan cemas sedikitpun, istriku mengkhayal dan merencanakan 16 jam ke depan.

Sementara itu, lelaki asing, penjual madu dan tamu yang sedikit kasar dan nampak sangat jantan dan seksi yang saat ini duduk di sofa ruang tamu masing bengong memikirkan apa yang telah berlangsung bersama istriku sejak jam dua siang tadi. Dia nggak mbayangkan kerja hari ini akan menemukan kenikmatan seks yang selama ini tidak mudah dia dapatkan. Gratis lagi. Nyonya rumah ini, kayaknya usianya sudah lebih ampat puluh tahun, tetapi nafsunya ..woo, aku bisa kewalahan nihh.. Dia mengeluarkan rokok dari sakunya, .. beraninya merokok tanpa seijin pemilik rumah. Tapi dia acuh saja. Toh udah gua entot ini, pikirnya. Emangnya cuma dia yang pengin merokok, merokok kontolku he he he, geli hatinya.. Diraihnya cangkir kopi, diteguknya, hhmm .. sedapp. Kenyang ngentot dapat kopi. Gratis.

Pukul 16.50, Selasa

Klek-klek.. klek, terdengar handle, pintu dibuka sedikit. Cukup untuk istriku menongolkan sedikit kepalanya. Kemudian kelihatan tangannya melambai, 'Sini mass..', lelaki itu langsung tahu. Disamperinnya. Pintu dilebarkan lagi dan istriku, '..mass tiduran sinii.., capai khan?!', 'Iyaa sih ..'. Istriku naik ke kasur dan seperti kerbau dicocok hidungnya, dia menyusul dan bersama merebahkan diri berdampingan di kasur itu.

Kali ini istriku aktip banget, mungkin berkat khayalan-khayalannya tadi. Dipeluknya tamu asing itu. Dan tak lama merekapun tenggelam saling berpagut. Menikmati lidah dan ludah saling bersedotan, menggigit bibir dan bertukar ludah. Suara lenguh dan erang nikmat mulai bersahutan. Kemudian sang lelaki mendorong, mereka berguling tanpa melepas pagutan. Istriku ditindihnya. Lumatan itu benar-benar mereka nikmati. Ber-menit-menit sebelum tangan istriku mulai menggerayangi tubuh kekar tamu asingnya. Tangannya memeluk mencari kehangatan tubuh lelaki itu.

Lumatan bibir mulai dilepas, mulut sang tamu turun ke leher istriku. Langsung terdengar desah mengaduh. Kenikmatan birahi mulai hadir. Kembali mereka berguling. Pagutan dileher istriku tidak lepas. Berguling lagi. Pagutan lelaki itu turun ke bahu dan tangannya mengangkat tangan kiri istriku hingga ketiaknya terbuka. Dengan serta merta wajah lelaki itu tenggelam dalam lekukan ketiak istriku. Dia menjilat, mencium dan menyedoti ketiak istriku itu. uuhh, wanginya semakin merangsang libidonya. Dengan kenikmatan yang diterimanya, istriku bersikap menyerah, membiarkan lelaki itu memuaskan dirinya menikmati jilatan-jilatan lidah di ketiaknya itu. Yang terdengar hanyalah rintihan nikmat sambil matanya merem melek. Hitam matanya naik ke atas seperti orang kesurupan.

Kemudian dia lakukan pula pada ketiak yang lain. Dan istriku berinisiatip. Dibuka blusnya. Dengan dada yang telanjang memberikan lelaki itu leluasa untuk menjilat ketiaknya yang kemudian juga turun ke dadanya. Benar-benar pesta nafsu dan birahi. Masing-masing sedang menengguk keberuntungannya. Lelaki asing itu melahap tubuh istriku dengan rakusnya. Nampak bagaimana dengan nafsunya menghisap, menjilat, menyedot dan menggigiti susu dan puting-puting istriku. Dan yang nggak kalah merasa beruntung adalah istriku sendiri. Dia menggelinjang. Tubuhnya serasa terlempar ke kanan ke kiri menahan kenikmatan tak bertara yang saat ini melanda dia. Aku akui bahwa dia nggak pernah menerima kenikmatan macam itu. Dan aku memang rasanya nggak mampu memberikannya. Aku bisa menerima apabila merasa sangat kehausan libido macam ini. Dan hanya macam lelaki asing itulah yang bisa memberikan kepuasan padanya.

Lelaki itu sangat menikmati entah disebut apa.., rintihan, erangan atau teriakan.., yang jelas suara-suara macam itu memang sangat mendongkrak libido siapapun yang mendengarnya. Dan sekali lagi lelaki itu benar-benar menikmatinya. Sebentar-bentar matanya melirik wajah istriku, bagaimana rintihannya ditampakkan pada wajahnya. Bagaimana istriku menyeringai sambil mengaduk-aduk rambutnya. Ah ..nikmatnyaa.. Dan memang, pelampiasan macam apa lagi dalam menanggung kenikmatan macam itu kecuali merintih, menjambaki rambut lawannya, sesekali berteriak histeris.

Sesudah puas menjilati leher dan dada secara lumat, wajah lelaki itu nampak mulai turun ke perut istriku. Dijilatnya perut itu. Sesekali giginya sedikit menyakiti. Sakit yang nikmat tentunya. Dan istriku nampak bergumul. Bergumul dengan kenikmatan yang tak bertara. Merasakan pusernya disentuh lidah kasar dari tamu asingnya, kemudian lidah itu se-akan ngebor kedalam pusarnya, sungguh tak terperikan. Dia angkat-angkat pantatnya menahan derita itu. 'Oohh, ..ampun.. tolongg ..masszz, aampunn.., maass, nikmmaatt ..teruuss', ah sepertinya suara itu ..

Nah, ini yang membuat penasaran istriku. Wajah yang terus turun itu, tidak menjilat secara runtun langsung di bawah perutnya tetapi loncat langsung ke bawah. Dan sakitnya lagi, lelaki itu turun dari tempat tidur dan diam sesaat. Sungguh strategi yang sangat jitu. Istriku sangat tersiksa, dia langsung protes ..kecewa..,'Kenapa..??', tetapi lelaki itu menempelkan telunjukknya kebibir, 'Ssett..!', .. kemudian pelan-pelan dia raih kaki istriku, dia tarik ketepi kasur, hingga kedua kaki itu terjuntai ke tanah. Dan seakan melata, lelaki asing ini berbaring telentang di lantai, kemudian kembali meraih kaki istriku. Inilah yang benar-benar istriku terkejut dan langsung kelimpungan. Telapak kakinya diciuminya, dijilatinya, digigitinya. Nampaknya se-akan-akan dikunyah-kunyahnya. Tentu saja istriku tak mampu lagi untuk tak berteriak-teriak mengaduh.

Nggak pernah nyangka sebelumnya, karena suaminya nggak pernah pula melakukan macam ini, bahwa kaki yang diciumi, jilati dan gigiti juga sangat memberikan sensasi birahi yang dahsyat. Dan kedahsyatannya itu dibuktikan dengan apa yang langsung istriku alami.

Tanpa atau belum disentuh sedikitpun oleh lelaki itu, vaginanya langsung menyembur-nyembur. Cairan orgasmenya datang lagi ..kali ini serasa terkuras ber-liter-liter. Ahh .., inilah orgasme yang ke-tiga hanya dalam waktu kurang dari ampat jam. Lelaki ini sungguh luar biasa. Dia sangat paham seninya persetubuhan. Istriku sangat memujanya. Peristiwa itu sungguh tak pernah terlupakan lagi. Lhoo, koq bisaa.. Aku sendiri juga heran.., aku tahu bahwa hal itu juga dilakukan oleh orang lain, tetapi aku mungkin tidak memiliki upaya sejauh itu.

Lelaki asing itu tahu persis apa yang telah terjadi. Tahu persis istriku nggak mampu membendung datangnya orgasme itu. Tahu persis, saat ini dialah yang mengendalikan. Dan dia nggak berhenti ..Jilatan di telapak kaki itu diteruskan, lidahnya menari-nari diantara jari-jari kakinya. Dikulumnya satu-satu, dari jari kaki kanan kemudian ke kaki kiri. Demikian tenang cara melakukannya. Reaksi liar perempuan di atasnya tidak mempengaruhi apa yang sedang dia lakukan. Gigitan dan jilatan terus menghujani kaki-kaki istriku.

Kemudian dia sedikit bangkit, duduk di lantai. Betis istriku kini jadi sasaran. Nampak gergetan melihat betis mulus istriku, lidahnya menyapu-nyapu kulit halus di kanan dan kiri betisnya. Di tempat ini istriku merasakan bagaimana lidah tamunya ini seperti amplas kasar. Saraf-saraf yang peka di sekujur betis itu memberikan reaksi bukan main. Nggak lagi memberikan tempo, orgasme yang baru saja terjadi tidak menjadi halangan untuk membangkitkan libidonya lagi. Hati istriku terus merasa heran, hari ini begitu banyak surprise yang dia temui. Dia telah merasakan orgasme yang beruntun. Sekarang betis-betisnya sedang merasakan nikmatnya lidah amplas tamunya. Segala kelelahan orgasme sebelumnya langsung terhapus. Birahinya langsung bangkit kembali. Badannya tidak bisa lagi dikendalikan dari gelinjang yang sangat.

Menggeliat-geliat dengan disertai aduh-aduh dari bibirnya. Oohh..oohh.. suaranya kini sudah serak.. Dengan terus menerus tak mampu mengendalikan desahan dan rintihan, angginanya tak lagi terjaga, suaranya menjadi serak bahkan parau .. Tapi bagaimana dia bisa berhenti mengerang.

Lidah, bibir dan gigitan lelaki asing ini seperti senjata tak terelakkan. Seluruh bagian yang dilewati nggak ada yang tidak dijilat dan gigit. Pasti besoknya akan nampak bekas sedotan-sedotan itu. Apalagi karena kulitnya yang putih bersih itu. Pasti suaminya juga akan yahu. Ahh.., bagaimana nantilah ..

Kini jilatan dan gigitannya naik ke dengkul dan lipatan kakinya. Mukanya berputar-putar untuk merasai bagian rinci dari dengkul dan lipatan kakinya. Kadang-kadang nampak tengadah, kemudian mengahadap ke bawah. Dan tak terhindar lagi, di daerah ini istriku benar-benar tak tertahan. Sangat geli rasanya sehingga kakinya setengah menendang mendorong kepala tamunya. Hampir terjengkang. Tetapi lelaki ini tidak menyerah. Dia tahu betul ini juga merupakan daerah yang paling peka terhadap jilatan dan gigitan. Kali ini di pegang erat-erat kaki istriku. Saat dia menjilati salah satu kakinya, ia tindihkan tubuhnya kesalah satu tungkai kaki lainnya, istriku tak berkutik. Jilatan dan gigitan yang terus menyerang dengkul dan lipatan kaki ini hanya bisa dia tahan dengan cara menggeliat dan berusaha berguling.

*****

Pukul 17.08, Selasa

Tapi mana bisa. Pegangan erat lelaki yang jauh lebih kuat itu nggak bisa dia lawan. Dan akibatnya menjadi sangat bukan main. Ketidak berdayaan ternyata bisa berubah secara sensasional menjadi kenikmatan. Kenikmatan karena dipaksa, karena disakiti, kenikmatan karena kalah kuat. Itulah yang dia rasakan kini dan akibatnya untuk kali yang ke-empat, hanya sekitar lima menit dari peristiwa yang sama, orgasmenya datang lagi. 'Acchhrr.. hhuuzz.. aacchhrr..', suara paraunya terdengar sangat mengenaskan sekaligus sangat membirahikan. 'Aku orgasmm lagi..masszz.. ammpuunn.., aku orgasmee lagii, maasszz, ampuunn ..', ternyata yang terdengar mengenaskan dari mulutnya itu lain pula yang nampak di wajahnya. Wajah kepuasan yang sekaligus kelelahan yang sangat. Ratapan memelas dengan hitam matanya yang seakan terbalik berubah saat suara, 'hhoocchh .. maazzhh..' sambil menarik nafas panjang bibirnya menyeringai dengan senyum kepuasan.. '..sudaahh.. sudahh duluu.. akkuu lemess, bangett lemess. Oaahh.. ammpunn.. berhenti dulu mass'.

Untuk kesekian kalinya tamu istriku mengalah. Dia lepaskan semua pegangan. Dia kemudian naik ke kasur, telentang dan ikut istirahat. Nafas istriku ngos-ngosan melepas kelelahan, tapi dia juga tidak ingin mengecewakan tamunya, 'Bagaimana kalau kita makan dulu, lapar banget .., sejak siang lho belum makan mass..', istriku menawarkan kompensasi yang langsung dapat anggukan dari lelaki itu tanda setuju. 'Yaa, aku juga sangat lapar.. hhoo..'.

Bersambung...