Andai dia tahu

Tanggal 17 Agustus 2002 seharus menjadi tanggal dan hari yang paling spesial buatku, karena hari itu tepat usiaku 25 tahun, tapi kenyataan berkata lain, tanggal keramat tersebut justru menjadi saksi dari kejadian yang menimpaku dan sekaligus telah merubah jalan kehidupanku.

Begini ceritanya, pada sore hari kira-kira pukul 13.00 HP-ku berbunyi "haloo.. " sahutku, hmm suara diujung sana sangat aku kenal itu suara boss ku " ryan.. bisakah kau nanti malam kerumah mr. Jhonatan untuk mengambil data-data yang sangat kuperlukan, tolong kalau bisa dari rumah jhon langsung kau antar kerumah saya..okay" pinta boss ku, "baik pak.." jawabku singkat tanda sedia walau dengan berat hati.

"huh.. ini kan hari libur menggangu saja sih" rutukku dalam hati setelah Hp ku tutup, karena nanti malam juga aku ada acara sama temanku si Bram dan Jerry, untuk makan malam, aku janji mentraktir mereka di hari ultahku, untuk mempercepat waktu maka jam 17:00 sore dari tempat kos-ku, aku berangkat meluncur menuju rumah mr. Jhonatan, seorang consultant engineer dikantorku, dia adalah seorang cowok Bule usia 31 tahun, wajahnya sangat tampan, badannya besar dan kekar, berbulu, tingginya 182 cm dan belum menikah.

Jam 19:10 aku telah sampai dirumah mr. Jhon, buru-buru aku buka pagar rumahnya lalu aku masuk, setelah menstandarkan motorku, aku lari bergegas menuju pintu rumahnya, ku tekan bel pintunya 3 kali lebih, lalu mr. Jhon membukakan pintunya,.. "ooh.. ryan ada apa..malam-malam begini.. masuklah" sapanya.. " ah gak usah pak, biar saya disini saja, lagian badan saya basah semua pak, jawabku, hujan yang sedari sore turun seolah-olah tak mau berhenti kayaknya ia ingin membuat Jakarta banjir,..
"ahh tidak apa-apa ryan.. masuk saja".. aku turuti saja apa kata dia, lagian diluar dingin sekali, sesampai didalam aku tidak mau duduk, takut membasahi sofa indahnya..

sambil berdiri kuutarakan maksud kedatanganku, "ohh ya.. semua sudah saya persiapkan, tunggu sebentar yah.." kata Mr. Jhon, lalu dia berjalan menuju kamarnya guna mengambil data-data yang diminta Pak Bagus, boss kami, tiba-tiba Mr. Jhon menghentikan langkahnya lalu dia berkata "ryan kamu pastinya kedinginan gantilah pakaianmu dengan pakaianku ada kok yang seukuran dengan kamu" sambil dia tersenyum dan mengajakku kekamarnya, dia berkata begitu karena badanku dibanding badannya sungguh jauh berbeda dengan tinggi badan 170 cm tidak terlalu gemuk ukuran segini pastilah sangat jauh dibanding dengan badan Mr. Jhon yang menurutku super besar dan tinggi, melihat wajahnya aku jadi teringat dengan Ballack salah seorang striker Jerman, mereka hampir sama persis, lalu aku mengikutinya masuk kekamar dia, setelah cari sana cari sini akhirnya ketemu juga baju yang seukuran dengan tubuhku. ""wah baju ini bagus sekali Pak pas.. sekali dengan tubuhku, warnanyapun sangat kontras dengan kulitku" basa-basiku sekedar memecah keheningan, karena aku perhatikan selama aku ganti baju tadi dia selalu memperhatikan tubuhku yang putih bersih dan tidak ditumbuhi bulu dari kaki hingga kumis, hanya ada sejumput bulu dibagian kemaluanku saja.. hahaha.. kondisi seperti ini memang sangat tidak relevan dengan jenis kelaminku,.. hal inilah yang sering membuat aku minder terhadap bram dan jerry, mereka itu seperti beruang saja dimana-mana ada bulunya samalah dengan mr. Jhon si raksasa satu ini,..

Hujan diluar semakin menggila, hingga sebagian halaman rumah mr. Jhon mulai tergenang oleh air, "wah kalau hujan tidak berhenti juga kamu tidak bisa pulang ryan, data-data yang kau bawa itu tidak boleh terkena air hujan" kata mr. Jhon.

Sembari berharap hujan berhenti aku telpon dulu si Bram dan Jerry untuk mengatakan bahwa dinner malam ini batal, ternyata bram dan jerry pun maklum, begitu juga dengan Pak Bagus bossku dia juga memaklumi cuaca malam ini sedang tidak bersahabat, jadi malam ini aku tidak perlu repot-repot kerumahnya mengantar data-data ini, syukurlah.

Jam sudah menunjukkan pukul 21:00 namun hujan diluar sana belum juga ada tanda-tanda untuk menghentikan aksinya walau sejenak, sambil menonton acara TV aku berbincang-bincang dengan Mr. Jhon, aku sedikit gugup juga, karena sorot mata biru milik mr. Jhon seakan-akan mau menelanjangiku, tatapannya begitu tajam, "pak.. dimana kamar kecilnya" kataku untuk melepas kegugupanku. "disana.." jawabnya, sambil berjalan menuju kedapur mengambil minuman.

Setelah aku kembali ke ruang tamu, kulihat ada 2 botol minuman, wahh kayaknya asyik banget nih minuman, kata hatiku.
"ayo ryan dicoba minuman ini, yah mungkin berguna tuk menghangatkan tubuh"..kata dia, lalu aku coba seteguk demi seteguk, hmm.. memang benar badanku terasa hangat sekali, tapi mungkin karena aku tidak terbiasa minum miras atau mungkin juga ini karena terpengaruh kadar alkohol minuman yang begitu tinggi, maka kepalaku terasa pusing sekali dan pandanganku pun jadi tidak jelas. Mungkin inilah yang dinamakan mabuk, bisik hatiku.

Mataku sudah merah sekali dan akupun berjalan sempoyangan menuju kamar mandi karena terasa ingin muntah, lalu dengan sigap Mr Jhon memeluk lalu memapahku menuju kamar mandi, dikamar mandi aku tidak jadi muntah aku hanya buang air kecil saja, dan membasuh mukaku dengan air dingin berharap mataku dapat segar kembali.
Kubuka pintu kamar mandi, disana Mr. Jhon masih menantiku, lalu aku yang masih dalam keadaan mabuk berat dipapahnya menuju kamar tidurnya.

Jam ditanganku menjukkan pukul 6:30 pagi "astaga.. aku kesiangan ke kantor." aku terkaget dan berusaha bangun dari tempat tidur,.. "Aduhh.. kenapa ini" kataku.. karena seluruh persendian badanku terasa mau copot semua dan aku juga bingung kenapa aku tidur tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhku, yang lebih mengagetkan aku, daerah sekitar anusku sakitnya minta ampun, lalu kuraba anusku "ada apa ini.. kenapa bisa sakit begini" sambil kuraba-raba anusku, kulihat disekitarku banyak bercak ceceran sperma yang telah mengering, ingin kutanyakan pada Mr. Jhon, tapi dia sudah tidak ada.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka, "Hey ryan kamu sudah bangun.." kata Mr. Jhon sambil mendekatiku, "semalam kamu hebat sekali ryan, thank's yah" bisiknya ditelingaku.. "jadi bapak melakukan hal ini padaku.." kataku tertahan, dia tidak menjawab hanya mengangguk tanda setuju oleh pertanyaanku tadi. "Hah.. brengsek kamu Jhon, keparat kamu..sialan".. sambil berusaha memukul wajahnya,.. saat itu dia tidak kuanggap sebagai atasanku lagi, makanya aku tidak ada rasa segan lagi padanya untuk memuntahkan semua sumpah serapahku kepada dirinya atas segala perbuatannya padaku. "tapp..**" bunyi tinjuku beradu dengan telapak tangannya, dia berhasil menangkap tanganku yang akan memukulnya. "Hey.. kenapa kamu marah padaku, aku melakukan semua itu karena permintaanmu sendiri, kamu yang memelukku terlebih dahulu, kamu yang menciumku lebih dahulu, lalu kamu yang meminta agar aku melakukan hal itu".. "Bohoongg " sergahku padanya, "kau memanfaatkan keadaanku semalam, dasar bajingan"..
"hahh.. terserah kau mau bilang apa.." kata mr. Jhon sambil menghempas tanganku dari cengkramanan tangannya, "kamu gak usah masuk kerja hari ini.. biar aku yang bilang sama Pak Bagus kalau kau sedang sakit, biar aku saja yang menyerahkan data-data itu pada Pak Bagus".. kata dia dengan nada kesal, lalu kulihat dia ngeloyor pergi meninggalkan kamar untuk berangkat ke kantor.

Setelah kepergiannya, aku berusa bangkit dari tempat tidur, walau dengan tertatih aku masuk kamar mandi lalu mandi, jam 9:00 aku meninggalkan rumahnya menuju tempat kos ku. Setelah hari naas itu aku begitu benci pada dia, setiap dia mengajak bicara, aku pura-pura tidak dengar saja, pokoknya sudah tidak ada pintu maaf dariku untuknya, tapi lain halnya dengan dia semenjak kejadian itu, dia jadi tambah perhatian padaku dan tambah sayang, setiap ada keperluan dinas luar kota aku selalu dibawakan oleh-oleh yang mahal-mahal, ada baju, sepatu, Hp dan lain-lain, walaupun aku diberi oleh-oleh berbagai macam namun aku tidak begitu saja menerima gencatan senjata dari dia, walau semua barang yang ia berikan itu aku terima namun aku tetap menjaga jarak dari dia.

Hingga sampai pada suatu hari kudengar dia mengalami kecelakaan mobil, mobilnya menabrak trotoar jalan guna menghindari tukang becak yang berjalan ngebut tapi tidak jelas juntrungannya, untunglah luka-luka di tubuhnya tidak begitu parah. Dia masuk rumah sakit, satu kakinya harus di beri giv, aku jadi sangat kasihan dan iba dengan keadaannya, karena di Jakarta dia tidak mempunyai saudara satupun, maka akulah yang saban hari menjaganya dirumah sakit, sepulang dari kantor aku langsung menuju rumah sakit sambil membawa makanan pesanannya. tiga hari dirumah sakit, dia diperbolehkan pulang, aku jugalah yang membawa dia kerumahnya.

Dirumahnya yang besar itu, hanya ada seorang pembantu tua, yang tak mungkin akan melayani segala keperluannya selama dia dalam kondisi seperti ini, maka dengan rela hati aku sanggupi saja permintaannya agar aku mau tetap tinggal dirumahnya selama dia sakit. Sudah dua hari aku berada dirumahnya, namun kakinya belum sembuh secara total juga. Malam itu, dia meminta tolong untuk diantar kekamar kecil, maka aku papah tubuh raksasanya itu, "ampun berat sekali pak.." seruku, namun dia Cuma senyum-senyum kecil, setelah dari kamar kecil aku papah kembali dia menuju kamar tidurnya, saat akan kubaringkan badannya ketempat tidur, aku oleng karena berat tubuhnya tidak sesuai dengan berat tubuhku lagian dia dalam kondisi yang kurang sehat, jadi posisinya berdirinyapun tidak begitu sempurna, lalu aku terjatuh dikasur menimpa tubuhnya "aduh maaf Pak tidak sengaja, abis bapak berat sekali" kataku, "ahh tidak apa-apa ryan.." sambil tangan kanannya tetap dalam kondisi memeluk pundakku, aku berusaha melepas tangannya dari pundakku, namun Pak Jhon makin mempererat pelukannya,.."lepaskan tangannya pak.. bapakan masih sakit".. kataku, "ahh siapa bilang aku masih sakit, aku sudah sembuh kok, lihat ini.." kata Mr. Jhon sambil menggoyang-goyangkan kaki kanannya..yang telah sembuh.. "jadi bapak selama ini membohongi ku.." kataku kesal "sabar ryan jangan kau marah dulu, aku lakukan semua ini karena aku hanya ingin bisa memelukmu, kalau tidak begini kapan lagi aku bisa memelukmu ryan, aku sayang kamu.." kata mr. Jhon sambil menatap mataku dalam-dalam.

Ohh god, kenapa kali ini aku tidak bisa marah atas segala perbuatannya, kenapa aku merasakan getar-getar aneh dalam diriku, disaat aku menatap mata biruya yang indah dan jantan, kenapa aku merasa bahwa aku sangat ingin dipeluknya lebih erat lagi.. oh tuhan kenapa aku jadi begini, sederatan kata-kata keheranan meluncur dari hatiku mengenai kondisiku saat ini.

sebelum aku teruskan kisah diatas ada baiknya kalau aku flash back dulu mengenai siapa diriku ini, aku ryan, anak semata wayang dari pasangan suami istri yang super sibuk, ayahku seorang pengusaha, yang selalu hilir-mudik Jakarta-batam, dalam sebulan hanya 3 hari dia berada dijakarta, sedangkan ibuku seorang sekretaris di sebuah perusahaan asing (sekarang ini yang menjadi tempatku bekerja), jadi anda bisa tahu sendirikan garis merah kehidupanku semasa kecil dulu, aku hidup jauh dari kasih sayang orang tua, aku hidup dan dibesarkan ditangan seorang baby sitter, dan seorang pembantu tua yang saat ini kupanggil dengan sebutan nenek, setelah ayahku meninggal karena kecelakaan dibatam sana (menurut kabar-kabar burung yang sampai ketelingaku, ayahku sengaja dicelakakan oleh saingan bisnisnya), ibuku sendiri yang mencari nafkah, karena saat ini ibuku sudah mulai tua, maka ia mengundurkan diri dari pekerjaannya dan sebagai apresiasi perusahaan dari kerja keras ibuku dahulu, maka setelah tamat kuliah aku langsung diterima diperusahaan asing ini, untuk menghemat waktu dan memperdekat jarak antara kantor dan rumahku, maka aku putuskan untuk kos disuatu tempat yang tidak begitu jauh dari kantor hanya 15 menit perjalanan, aku yang dulunya tumbuh dan berkembang tidak ditangan orang tuaku sendiri, maka tidak heran jika saat ini jiwaku mudah sekali labil, dan akupun sadar kalau proses pendewasaan dirikupun tidak begitu sempurna, makanya aku sering bimbang dalam penemuan jati diriku.

Tatapan mr. Jhon semakin tajam menghujam relung hatiku, mataku terpejam karena tak tahan oleh tatapannya, kesempatan itu dipergunakan mr. Jhon untuk melumat bibirku, mencium mataku, bulu kumis, cambang dan janggut yang baru ia cukur terasa sangat kasar mencakar-cakar mukaku, aku semakin terhanyut dibuatnya, ahh.. pokoknya tak ada yang terlewatkan walau satu sentipun saat dia mencium dan menjilati mukaku, ciumannya turun ke dadaku, lalu dia menghisap kuat sekali putingku, aku tergelinjang sedikit menahan gelinya isapan mautnya.

Sekali hempas saja, aku yang semula berada diatas tubuhnya kini terbanting ke kasur empuknya, kini posisiku dibawahnya, "aduh sesak sekali nafasku.." bisik hatiku, karena tubuhku saat itu dalam posisi menahan bobot tubuhnya yang besar dan beratnya minta ampun, lalu ciumannya turun dan semakin turun dari dada lalu ke alat genitaliaku, diisap-isapnya penisku, lalu lidahnya bergerilya di sekitar anusku, "akkhh.." aku menggelinjang untuk kedua kalinya karena tak tahan menahan geli dan nikmat yang tak tertahankan oleh aksi lidahnya yang lincah dan terlatih layaknya kuas cat sedang mencat dinding yang menyapu rata semua permukaan kulit disekitar alat genitaliaku,, "heekkgghh .." hanya kata itu yang keluar dari mulutku tatkala lidahnya yang kasar dan panjang berusaha menerobos anusku, ahh nikmat sekali.. lima menit sudah aksi lincah lidahnya dalam menjamah setiap jengkal kemaluanku, kini dilanjutkan aksi jari jemarinya "hekkhgg.." ketika 2 jarinya yang panjang dan besar berhasil menerobos anusku, perih tapi nikmat sekali kira-kira 10 menit aksi brutal jarinya, dalam mengocok anusku lalu dia duduk, tangan kanannya meraih kepalaku, lalu kepalaku dituntunnya kearah selangkangannya yang sudah mengeras dasyat, "ryan.. ayolah.." dia berharap agar mulut kecilku melumat senjatanya yang super besar itu, dalam hatiku berkata, pantas saja dulu anusku begitu sakit, ternyata penisnya sebesar ini, panjangnya saja sudah 20 cm ditunjang lagi dengan diameternya yang besar kira-kira sebesar Deodorant bodyspray AXE kaleng 150 ml, diperindah lagi dengan jalaran urat-urat darah besar yang bagaikan akar pohon beringin mengukir sepanjang batang kemaluannya "..ehHPp.. ehHPp" suara itu terdengar tatkala aku mengocok penisnya dengan mulutku, baru 10 menit beraksi mulutku terasa sakit dan pegal, karena gemas aku gigit kepala penisnya yang merah merona.

"Sitt.." pekiknya, kayaknya dia terkejut juga dengan aksiku tadi, rasain lu, bisik hatiku.
Aku ditariknya untuk duduk dipangkuannya, lalu penis gedenya berusaha keras mencari lubang anusku, "aku tak tahan lagi ryan.." bisiknya, walaupun sudah dikasih pelicin dan sudah diarahkan oleh tanganku namun masih sulit juga dia menembusnya, tangan mr. Jhon yg sejak semula memegang pinggangku, kini dia menekan pinggangku tatkala ujung penisnya sudah masuk kira-kira 2 cm kelubang anusku, "bleepp.. Akkhhgg.. sakit sekali pak" pekikku, sewaktu penis gedenya amblas kedalam anusku, tidak ada yang tersisa lagi, walaupun sebelumnya anusku sudah diberi pelicin oleh mr. Jhon namun rasa sakit masih sangat terasa, aku terdiam dalam peluknya,.. "kenapa ryan.. sakit sekalikah hingga kau terdiam tak bergerak seperti ini.." bisik mr. Jhon ditelingaku, aku hanya diam tak bicara ataupun bergerak karena bila aku melakukan gerakan maka penis gedenya yang kini berada di dalam anusku akan semakin mengaduk-aduk isi perutku, rasa sesak akibat dorongan mendadak penisnya tadi membuatku hampir muntah karena isi perutku terasa terdorong keatas semua, perlahan-lahan aku bergerak naik turun, terus dan terus.. rasa sakit, sesak, dan mau muntah yang tadi menderaku kini berganti rasa nikmat yang luar biasa, melihat gelagat baik seperti ini, mr. Jhon semakin menggila menggoyang pantatnya," ehhkgg.. enak sekali ryan, anusmu begitu sempit dan menggigit".. bisiknya yang diselingi oleh lenguhan nafasnya yang memburu. Kini posisiku telah berganti, aku dibawah dia diatas, kedua kakiku diangkat mr. Jhon keatas hingga menyentuh dadaku, dia semakin gila dan gila, dia begitu dasyat, penis besarnya keluar masuk mengaduk-aduk anusku "akkh..akhh..akhh.. nikmat sekali pak.. terus ..terus pak.." pintaku, hujan deras diluar sana, dan dinginnya AC yang ada didalam kamar mr. Jhon semakin membuat persetubuhan kami menjadi lebih sempurna.

Dia terus menggoyang pantatnya, terus menghantam anusku,.."aku hampir keluar pak.. " kataku dengan diselingi rintihan sakit dan nikmat,.."aakkhhgg.. " pekikku tatkala air kenikmatanku menembak tak tentu arah, ada yang kedada berbulu mr. Jhon, ada juga yang ke mukanya, melihat aku merintih kenikmatan Mr. Jhon semakin menggila sambil mengelap spermaku yang tadi menempel di kelopak matanya, dia membalikkan tubuhku, kini kami melakukan doggy style, "ahh.. uhh.. aahh.. uuhh.. " lenguh nafasnya, 20 menit sudah berlalu hingga saatnya dia roboh.."aakkghh..nikmat sekali .." dia berteriak keras, sambil rudal besarnya terus menghantam anus kecilku, kepalanya terangkat keatas, kulihat mata birunyapun kini terlihat Cuma putihnya saja, lalu dia terhempas disisiku, nafasnya kulihat masih memburu dan megap-megap kayak ikan gak kena air, aku masih belum dapat bergerak, persendianku terasa sakit semua, kubiarkan saja larva hangat kiriman mr. Jhon keluar dari anusku, banyak sekali hingga membasahi sprai putih yang terbentang indah diatas kasur Mr. Jhon.

Setelah cukup mendapat tenaga aku bangun menuju kekamar kecil untuk membersihkan diriku, kulihat Mr. Jhon masih tertidur lemas.."ryan..mau kemana sayang.." rintihnya, seolah-olah melarangku pergi dari sisinya. "aku mau bersihin badan" kataku.. setelah selesai aku kembali kekamar sambil membawa air hangat dari dispenser dan handuk kecil, aku lap tubuhnya, mukanya yang tadi terkena spermaku lalu penisnya. "gila penisnya dalam keadaan santai begini panjangnya sudah mengalahkan milikku" bisik hatiku, " ahhkk.. nikmat sekali ryan.." bisiknya tatkala aku membersihkan rudalnya, aku cuek saja, bulu-bulu lebat dan panjang yang tumbuh liar disekitar perut paha dan selangkangannya juga aku bersihkan, sejurus kemudian penisnya yang tadi kubersihkan kini menunjukkan tanda-tanda kehidupan lagi, mulai memanjang..aku masih tetap cuek saja, namun tiba-tiba penisnya mendongak keatas seolah-olah menantangku, tanpa menunggu aba-aba darinya aku hisap saja penis gedenya tadi, "uhHPp..uHPp.." baru 10 menit aku mengoral penisnya, tiba-tiba larva hangat kembali dimuntahnya dari sumbernya, aku kaget juga tatkala anak tekak didalam tenggorokkanku terasa disentil sesuatu, ahh.. rupanya spermanya yang muncrat.

Esoknya aku terbangun, kulihat jam tanganku sudah menunjukan pukul 10:00 pagi, kulirik Mr. Jhon, masih tertidur pulas, kupandangi wajahnya, yang sangat tampan walau dalam kondisi tertidur pulas, aku bangun dan menuju kamar mandi, lagi asyiknya mandi tiba-tiba aku dikejutkan oleh munculnya Mr. Jhon yang muncul mendadak dibelakangku, memang sewaktu aku mandi pintu kamar mandi tak ku kunci, dia langsung memelukku dari belakang, dibawah siraman shower kami berciuman kembali, lebih dasyat dari yang semalam, kali ini mr. Jhon tak memberiku kesempatan menghindar, pemanasanpun tak lama dilakukannya, beberapa menit bibir kami saling lumat setelah itu badanku dibalikannya hingga aku menghadap dinding, satu kakiku diangkatnya, dia menekankan penisnya ke anusku, rasanya lebih sakit dari semalam karena rudalnya agak susah menembus, "akkhh.. akhh.." suara tertahanku, ketika ass hole ku menerima serangan rudal scud-nya, dikamar mandi itu entah sudah berapa banyak style yang kami lakukan hingga sampai akhirnya mr. Jhon mengejang dan "crott..crott..croott".. air pejunya sengaja dia semprotkan ke mukaku.."sialan.. brengsek kau.." kataku sambil mendorong tubuhnya.

Didalam bath tub kami bercerita, kutanyakan padanya kenapa dia sampai begitu bernafsu berhubungan dengan sesama jenis khususnya denganku, "hhaahh.." dia menarik nafas dalam, "sebenarnya aku ini lelaki normal sama juga seperti kau ryan.. aku melakukan semua ini hanya ingin mencari variasi saja, aku sudah bosan dengan wanita, aku sudah mengenal seks sejak umur 14 tahun, jadi dapat kau bayangan sudah berapa banyak wanita yang pernah tidur denganku".. kata mr. Jhon "wahh.. celaka..jangan-jangan aku akan..??" aku takut sekali.. "kenapa kau bilang celaka ryan".. mr. Jhon bergerak mendekatiku "kamu takut tertular penyakit kan.. penyakit PHS..??"ledek mr. Jhon padaku, sambil tersenyum dia berkata "aku bersih sayang.. semua cewe yang pernah tidur denganku itu adalah pengalaman mereka yang pertama semua, kami melakukannya atas dasar suka sama suka, jadi mana mungkin kan..? Lalu dia mencium keningku, guna menenangkan hatiku.

Lalu mr. Jhon bercerita padaku, bahwa ketertarikannya padaku dimulai sewaktu kami sama-sama dalam lift menuju kantor kami, ketertarikan dia padaku bukan semata-mata untuk berhubungan seks karena dia tahu bahwa aku bukan seorang gay, juga bukan karena kulitku yang putih bersih dan halus tanpa bulu, dia hanya ingin menjadikanku teman kerja yang baik, dia juga suka dengan gayaku yang super cuek pada lingkungan sekitar, sampai akhirnya aku datang kerumahnya waktu itu.
"hahahahahhaa.. lucu juga yah, waktu itu aku memperkosamu" kata mr. Jhon sambil tertawa lebar.. "brengsek juga ni orang" rutuk hatiku, "sudah ahh.. sudah dingin kelamaan berendam.." lalu aku bangkit dan mengambil handuk.

Sejak saat itu, hubunganku dengan mr. Jhon jadi semakin dekat, hingga pada akhirnya kami harus berpisah, kudengar dia akan dipindahkan ke kalimantan. Aku sedih juga mendengar kepindahannya itu, malamnya dia menelponku "hallo ryan, mau kah kau datang kerumahku sebelum aku pindah.." suara serak dan memelas, mungkin dia sedih akan berpisah denganku, pikirku. "okay, I'll be there.." jawabku semangat.
Malam itu kami lewatkan dengan taburan kesenangan, dari makan malam bersama sampai hubungan seks, kami lakukan semua. Kini dia telah pindah, aku kesepian sekali karena tidak ada teman setia seperti dia, sampai saat ini aku masih berharap dia akan menghubungi, andai dia tahu bahwa aku sangat menyukaimu dan takut kehilanganmu, I miss u Jhon.

Tamat